Artikel

home / Artikel
image-museum

Realisasi E-tiket Museum Adityawarman

14-Jan-2019

Penggunaan internet memungkinkan masyarakat mendapatkan semua informasi yang
dibutuhkan tanpa batas ruang dan waktu, hal ini mempengaruhi berbagai sektor kehidupan
masyarakat. Seperti distribusi pembelian tiket transportasi udara, saluran distribusi ini
memungkinkan untuk pembelian tiket secara efisien bagi perusahaan dan pelanggan dalam
bentuk elektronil tiket. Elektronik ticket atau e-tiket adalah dokumen elektronik tanpa kertas
sebagai bentuk pembelian
tanda perlu adanya bukti
fisik tiket. Saat ini semua
transportasi udara dalam hal
ini maskapai penerbangan
besar menggunakan metode
eticketing untuk penjualan
tiketnya. Pelanggan dapat
memanfaatkan layanan e-
ticketing dengan membuka
alamat website maskapai
penerbangan. Dalam website maskapai penerbangan tersebut kemudahan penggunaan,
kualitas informasi, desain website, keamanan pembayaran, serta interaktivitas mempengaruhi
keputusan pelanggan untuk menggunakan layanan e-ticketing.
Perkembangan dunia teknologi informasi dalam penggunaan internet tidak hanya
sebatas jaringan maya yang telah dimanfaatkan oleh maskapai penerbangan tapi
berkembangnya sistem robotik dan automatisasi, membuat berbagai industri terutama di
bidang manufaktur memanfaatkan perkembangan teknologi informasi, banyak manufaktur
menerapkan man-less system. Penggunaan yang masif dapat dilihat dimana-mana, sekarang
di mal-mal dan kantor swasta kota besar sudah banyak menerapkan gate parkir otomatis.
bahkan ketika berkunjung ke salah satu tower di daerah Stasiun Kota Jakarta, secure parking-
nya harus dibayar dengan kartu debit. Sistem KRL Commuter Line (Kereta Listrik) Jakarta,
yang dulu di setiap peron masuk hanya tersedia 1 queue line dengan 2-3 petugas pemeriksa
karcis. sekarang, dengan sistem kartu elektronik, sudah ada 6-8 queue line sistem buka tutup,
dengan petugas keamanan berjumlah kurang lebih sama seperti sebelumnya.

Electronic ticketing system dikembangkan dengan tujuan untuk mengelola
transaksi pengunjung dari mode konvensional menjadi lebih modern. Pengelolaan ini
bersifat sistematis dan dapat dikontrol secara berkala. Pengelolaan transaksi yang
dilakukan melalui sistem e-Ticketing tidak terlepas dari integrasi sistem secara
komprehensif dari front end hingga back end aplikasi, sehingga memerlukan satu
solusi menyeluruh yang terintegrasi.
Solusi Electronic Ticketing (e-Ticketing Solution) merupakan fitur solusi
integrasi uang elektronik bias untuk segmen transportasi, taman hiburan, dan event.
Electronic Ticketing merupakan solusi modern pemanfaatan teknologi untuk
kemajuan layanan publik dan bisnis. Solusi ini menggantikan fungsi tiket
konvensional dengan smart card sebagai tiket elektronik nya. Penerapan Electronic
Ticketing dapat diintegrasikan dengan uang elektronik multi bank sebagai alat
pembayaran non tunai, selain menggantikan fungsi tiket konvensional menjadi lebih
modern implementasi E-ticketing akan membantu pengelolaan transaksi di layanan
publik dan bisnis menjadi lebih tersistem.
Salah satu pelayanan publik di Indonesia yang telah menerapkan elektronik tiket
adalah kebun binatang rangunan, dengan harga tiket masuk seharga lima ribu rupiah mereka
berani berinvestasi dengan pintu elektronik dengan mengandeng Bank Pembangunan Daerah
sehingga kebocoran dari pembayaran tiket dapat diminimalkan. Teknologi membuat dunia
industri menjadi
lebih efektif dan
efisien. Hal
tersebut,
menyebabkan
menurunnya
tingkat karyawan
di bidang
manufaktur
(karena fungsi
manusia
tergantikan oleh
mesin). Jepang,
sebagai negara
industri yang

menggunakan banyak man-less system, mengalami pertumbuhan pesat di bidang profesi yang
nilai ekonomisnya terletak pada knowledge. atau biasa disebut interaction jobs , yaitu
pekerjaan yang umumnya bergerak di bidang jasa, dan memerlukan kolaborasi dan
koordinasi yang erat, seperti: bidang manajemen (HR), engineers, salespeople, dokter,
pengacara/peguam, dan tenaga pengajar (McKinsey Global Institute.2012. Help Wanted : The
future of work in advanced economies).

Ledakan dunia teknologi dan internet membawa perubahan design dunia kerja. beberapa
aspek teknologi memang memberi keuntungan untuk mereka yang sedang berada dalam
dunia kerja. Tapi juga, perkembangan teknologi memberikan tantangan dalam hal kebijakan
dunia industri soal standar skill.
Bagaimana dengan museum, dengan semakin terbatasnya sumber daya manusia yang
ada ditambah dengan tuntutan kinerja yang tinggi maka sudah saatnya museum menerapkan
teknologi informasi di museum. Pembayaran tiket masuk museum memang kurang bernilai
ekonomis dibandingkan dengan transportasi tetapi untuk investasi awal sangatlah bermanfaat
untuk jangka panjang, dengan pengunjung membeli tiket elektronik maka bertambah jumlah
konsumen baru untuk vendor yang bekerjasama dengan museum.
Pembayaran menggunakan etiket memudahkan pengunjung untuk masuk museum
tanpa perlu kuatir tidak membeli tiket, pada pintu masuk seluruh pengunjung bahkan pegawai
akan terseleksi dengan sendirinya karena yang membayar retribusilah yang bisa masuk
museum dan keamanan pengunjung terjaga.

Keamanan museum sangatlah
penting dari pada nilai ke
ekonomian investasi etiket itu
sendiri, jumlah pengunjung yang
terus bertambah akan bertambah
benefit vendor dari manfaat etiket
museum yang dapat digunakan
untuk promosi.
Sudah banyak cerita museum
kehilangan koleksinya yang
semuanya hanya menghasilkan
keprihatinan tanpa adanya titik
terang koleksi tersebut dapat
dikembalikan ke museum, sudah
saatnya museum merekam seluruh
aktifitas pengunjung dan pengelola
museum menggunakan teknologi
informasi tanpa pandang bulu. Mari bersama-sama kita selamatkan nilai budaya yang ada di
museum karena kita masih mahluk berbudaya. (ivn)