museum

City Tour ala Museum Adityawarman

Oleh : Zendrianto

City Tour ala Museum Adityawarman

Museum sebagai salah satu lembaga pemerintah ikut berupaya dalam mengenalkan objek sejarah dan budaya bangsa. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Museum Adityawarman sebagai lembaga pemerintahan adalah melakukan city tour atau lawatan budaya dengan melibatkan siswa-siswa dari berbagai sekolah. Melalui kegiatan Pembinaan, Pengembangan, Sosialisasi, Seni dan Budaya di Sumatera Barat, Lawatan Budaya dijadikan sebagai salah satu program rutin Museum Adityawarman.

Tujuan dari kegiatan lawatan budaya ini adalah untuk memberikan pemahaman bahwa museum harus mampu dan memiliki kaitan erat dengan dunia pendidikan terutama pendidikan sejarah dan budaya. Selain itu bertujuan untuk menginformasikan kepada siswa objek-objek wisata sejarah yang tersebar di Sumatera Barat demi tumbuhnya rasa cinta generasi   muda terhadap budaya bangsa.

Dalam pelaksanaan lawatan budaya sekolah-sekolah yang ditunjuk mengirimkan perwakilannya dan didampingi oleh guru pendamping. Selain itu pihak museum yang dibawah koordinasi seksi P2T (Pelayanan Pengunjung dan Tamu) juga ikut mendampingi para siswa melakukan lawatan budaya ke daerah tujuan. Selama dalam perjalanan pemandu akan menjelaskan tentang latar belakang, kearifan lokal ataupun sejarah-sejarah tempat-tempat yang dilalui oleh rombongan.

Salah satu kegiatan lawatan budaya yang baru-baru ini diselenggarakan oleh Museum Adityawarman adalah lawatan budaya ke daerah Tanah Datar. Kegiatan tersebut diikuti oleh 5 SLTP yang berada di Kota Padang. Masing-masing sekolah mengirimkan 5 orang siswa dan satu guru pendamping. Pelajar tersebut mengunjungi  Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM) Padang Panjang. Mereka mendapatkan informasi mengenai sejarah berdirinya PDIKM serta koleksi-koleksi yang terdapat disana. Surau Lubuak Bauk yang dibangun tahun 1989 oleh masyarakat nagari Batipuh juga menjadi destinasi kunjungan rombongan. Selanjutnya rombongan mengunjungi Batu Batikam yang terletak di Limo Kaum. Batu Batikan merupakan saksi sejarah atas perdamaian antara Dt. Ketumanggungan dengan Dt. Perpatih Nan Sabatang. Setelah ke Batu Batikam rombongan mengunjungi Batu Basurek yang diperkirakan telah berumur 6 (enam) abad lebih. Terdapat tulisan “Adityawarman maju perkasa, ia penguasa Kanakamedinindra atau Suwarnadwipa. Ayahnya Adwayawarman dari keluarga Indra” di Batu Basurek. Kuburan Rajo yang merupakan peninggalan Kerajaan Adityawarman juga tidak ketinggalan dikunjungi oleh rombongan. Terakhir rombongan mengunjungi Istana Basa Pagaruyung untuk mendapatkan informasi tentang sejarah Istana Pagaruyung dan juga informasi seputar koleksi-koleksi yang dimilikinnya. (Z)

Berita Lainnya

© Museum Adityawarman 2014- 2018. All rights reserved.