museum

Museum Masuk Sekolah (MMS) Sukses besar di SMP N 1 Baso Kab. Agam

By :Yunita Sastra, Duta Museum

Museum adalah lembaga yang berfungsi melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi, dan mengkomunikasikan -nya kepada masyarakat( PP RI No 66 th 2015 tentang Museum). Museum mempunyai 2 seksi teknis yaitu seksi Pelayanan Pengunjung dan Tamu

(P2T) dan seksi Pemeliharaan, Perawatan, dan Penyajian (P3). Setiap seksi memiliki program kerja masing-masing guna meningkatkan kemajuan Museum Adityawarman. Salah satunya adalah Program Museum Masuk Sekolah (MMS) dari seksi P2T.

Museum Masuk sekolah adalah program sosialisasi mengenai Museum Adityawarman, kebudayaan dan sejarah kepada siswa-siswi Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama yang berada di luar kota Padang. Selain sebagai bentuk sosialisasi Museum Adityawarman dengan mempresentasikan profil museum, MMS ini juga menyajikan materi-materi tentang kebudayaan dan sejarah kepada siswa-siswi di sekolah. Dalam program ini seksi P2T akan membentuk tim koordinasi dan tim pelaksana sebelum program direalisasikan, sehingga program ini dapat terlaksana secara maksimal.

Tahun 2017 ini salah satu sekolah yang diprogramkan adalah SMP N 1 Baso Kab. Agam. Setelah tim koordinasi berkomunikasi dengan pihak sekolah disepakati pelaksanaan program MMS pada hari kamis tanggal 30 Maret 2017 di mesjid sekolah. Karena kapasitas masjid sekolah tidak mencukupi untuk menampung semua siswa, maka pihak sekolah memutuskan hanya mengikut sertakan siswa kelas VIII sebanyak tiga kelas lebihkurang berjumlah 100 siswa/i. Acara dimulai sekitar jam 10 pagi dan selesai menjelang waktu dzuhur datang.

Acara di mulai dengan sambutan Kepala Museum Aditywarman AdiSaputra, A.Mae, S.Sos, Semua siswa yang ikut serta saat itu mengaku belum pernah berkunjung ke Museum Adityawarman saat ditanya oleh kepala museum. Kemudian dilanjutkan dengan pengenalan profil Museum Adityawarman yang disampaikan oleh Riany, salah seorang staf museum, mereka sangat tertarik dan senang melihat tampilan gambar museum yang berdesain rumah adat Minangkabau yaitu rumah gadang. Terakhir penyajian materi tentang sistem kekerabatan masyarakat Minangkabau oleh Ermawati dari Seksi P2T. Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab yang dimoderatori langsung oleh Ermawati. Salah satu siswa bertanya tentang harga karcis masuk ke Museum Aditywarman, pertanyaan ini dijawab langsung oleh Kepala Museum. Sesuai dengan harga tiket berdasarkan PERDA Sumatera Barat yaitu Karcis Dewasa Rp 3.000,- dan karcis anak-anak Rp 2.000,-, Namun pada kesempatan itu Kepala Museum memberikan dispensasi khusus kepada siswa/i SMP N 1 Baso yaitu rombongan pertama yang dating berkunjung ke Museum Adityawarman masuk secara GRATIS. Sedangkan rombongan kedua akan diberi diskon 50 %.

SMP N 1 Baso Kab. Agam tidak menyianyiakan kesempatan yang diberikan oleh kepala museum tersebut. Menjelang tim pelaksana kembali ke Padang pihak sekolah menginformasikan bahwapadaharisabtutanggal 1 April 2017 mereka akanb erkunjung ke Museum Adityawarman bersama siswa/i sekitar 300 orang. Bagai gayung bersambut, kerja keras tim pelaksana program MMS seakan terbayar lunas pada saat itu juga dan menjadi motivasi untuk terus semangat dalam mendukung kemajuan museum salah satu dengan progam MMS ini.

Saat ditanya mengenai konpensasi khusus yang diberikan kepada siswa SMPN 1 Baso Kab. Agam, Kepala Museum Adityawarman mengaku bahwa konpensasi khusus ini merupakan salah satu strategi jitu dalam mensosialisasikan Museum Adityawarman kepada siswa/i yang ada di daerah. Menurut beliau siswa/i yang dating berkunjung ke museum dengan konpensasi khusus ini akan menjadi corong bagi museum, karena mereka akan bercerita dan berbagi pengalaman kepada sesame siswa satu sekolah dan lingkungan terdekat mereka lainnya. Sehingga secara tidak langsung mereka telah menjadi media sosialisasi bagi Museum Adityawarman.

Berita Lainnya

© Museum Adityawarman 2014- 2018. All rights reserved.