museum

Museum Adityawarman di Minang Book Fair 2017

By:Yunita Sastra, Duta Museum

 

Museum Adityawarman ikut berpartisipasi dalam pameran akbar Minang Book Fair 2017.  Dalam kesempatan ini Museum ditunjuk sebagai perwakilan Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat yang baru diresmikan akhir tahun 2016 lalu. Pameran yang diadakan dari tanggal 24 Februari 2017 hingga 05 Maret 2017 ini berlokasi di Lantai 1 Mesjid Raya Sumatera Barat.

Pameran bertema “Membangkik Batang Tarandam” ini diselenggarakan oleh Yayasan Gemar Membaca Indonesia (YAGEMI) bekerjasama dengan pemprov Sumatera Barat dan Perpustakaan Nasional RI. Acara dibuka langsung oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno didampingi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat Ali Asmar serta dihadiri Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon dan  Bupati/ Walikota se- Provinsi Sumatera Barat, Duta Baca Indonesia Najwa Shihab, dan sejumlah pimpinan dari berbagai universitas di Sumatera Barat.

Pameran yang digelar selama 10 hari ini tidak hanya memanjakan pengunjung dengan banyaknya buku-buku murah dan diskon, tapi juga menyajikan berbagai macam acara dan lomba-lomba menarik, salah satunya adalah Talkshow bersama Duta Baca Nasional, Gubernur Sumatera Barat dan Kepala Perpustakaan Nasional. Pengunjung sangat antusias mengikuti talkshow, hal ini terlihat dari padatnya penonton yang memadati ruang pembukaan acara tersebut. Salah satu poin menarik yang disampaikan oleh Najwa Shihab adalah semua orang harus membudayakan membaca. Kita bisa memulai dengan membaca buku-buku dengan tema atau pembahasan yang kita senangi seperti novel, buku biografi, buku fashion,  dan lain sebagainya. Dalam sehari kita harus meluangkan waktu minimal 30 menit untuk membaca, dan itu bisa dicicil kapan saja kita ada kesempatan seperti 5 menit setelah sholat subuh, sedang menunggu macet di jalan, sedang antri di bank dan seterusnya.

            Dalam kesempatan ini Museum Adityawarman juga memamerkan koleksi-koleksi yang erat hubunganya dengan budaya baca tulis di Minangkabau seperti Al-quran yang masih ditulis tangan, selendang batik Balingka dengan corak batik huruf arab melayu serta berbagai alat tulis masa lampau sebelum kita mengenal kertas dan pena seperti garepe yaitu batu tulis yang gunakan pada masa sekolah rakyat. Selain itu juga dipamerkan buku-buku sejarah dan budaya terbitan museum hasil kolaborasi dengan praktisi dan akademik. (Yunita / Duta Museum)

Berita Lainnya

© Museum Adityawarman 2014- 2018. All rights reserved.