museum

Manfaat E-tiket untuk Museum

Oleh : Ivan*

Perkembangan teknologi dengan sistem robotik dan automatisasi, membuat industri terutama di bidang manufaktur, banyak menerapkan man-less system. Penggunaan yang masif dapat dilihat dimana-mana, sekarang di mall-mall dan kantor swasta kota besar sudah banyak menerapkan gate parkir otomatis. Bahkan ketika berkunjung ke salah satu tower di daerah Stasiun Kota Jakarta, secure parking-nya harus dibayar dengan kartu debit. Sistem KRL Commuter Line (Kereta Listrik) Jakarta, yang dulu di setiap peron masuk hanya tersedia 1 queue line dengan 2-3 petugas pemeriksa karcis. Sekarang, dengan sistem kartu elektronik, sudah ada 6-8 queue line sistem buka tutup, dengan petugas keamanan berjumlah kurang lebih sama seperti sebelumnya.

Salah satu pelayanan publik lain yang menerapkan e-tiket adalah kebun binatang rangunan, dengan harga tiket masuk seharga lima ribu rupiah mereka berani berinvestasi dengan pintu elektronik dengan mengandeng Bank Daerah sehingga kebocoran dari pembayaran tiket dapat diminimalkan. Teknologi membuat dunia industri menjadi lebih efektif dan efisien. Hal tersebut, menyebabkan menurunnya tingkat karyawan di bidang manufaktur (karena fungsi manusia tergantikan oleh mesin). Jepang, sebagai negara industri yang menggunakan banyak man-less system, mengalami pertumbuhan pesat di bidang profesi yang nilai ekonomisnya terletak pada knowledge atau biasa disebut interaction jobs, yaitu pekerjaan yang umumnya bergerak di bidang jasa, dan memerlukan kolaborasi dan koordinasi yang erat, seperti: bidang manajemen (HR), engineers, salespeople, dokter, pengacara/ peguam, dan tenaga pengajar (McKinsey Global Institute.2012. Help Wanted : The future of work in advanced economies).

Ledakan dunia teknologi dan internet membawa perubahan design dunia kerja. beberapa aspek teknologi memang memberi keuntungan untuk mereka yang sedang berada dalam dunia kerja. Tapi juga, perkembangan teknologi memberikan tantangan dalam hal kebijakan dunia industri soal standar skill.

Bagaimana dengan museum, dengan semakin terbatasnya sumber daya manusia yang ada ditambah dengan tuntutan kinerja yang tinggi maka sudah saatnya museum menerapkan teknologi informasi di museum. Pembayaran tiket masuk museum memang kurang nilai ekonomian dibandingkan dengan transportasi tetapi untuk investasi awal sangatlah bermanfaat untuk jangka panjang, dengan pengunjung membeli tiket elektronik maka bertambah jumlah konsumen baru untuk vendor.

Pembayaran menggunakan etiket memudahkan pengunjung untuk masuk museum tanpa perlu kuatir tidak membeli tiket, pada pintu masuk seluruh pengunjung bahkan pegawai akan terseleksi dengan sendirinya karena yang membayar retribusilah yang bisa masuk museum dan keamanan pengunjung terjaga.

Keamanan museum sangatlah penting dari pada nilai ke ekonomian investasi etiket itu sendiri, jumlah pengunjung yang terus bertambah akan bertambah benefit vendor dari manfaat etiket museum yang dapat digunakan untuk promosi.

Sudah banyak cerita museum kehilangan koleksinya yang semuanya hanya menghasilkan keprihatinan tanpa adanya titik terang koleksi tersebut dapat dikembalikan ke museum, sudah saatnya museum merekam seluruh aktifitas pengunjung dan pengelola museum menggunakan teknologi informasi tanpa pandang bulu. Mari bersama-sama kita selamatkan nilai budaya yang ada di museum karena kita masih mahluk berbudaya. (ivn)

*Pemerhati museum dunia

Berita Lainnya

© Museum Adityawarman 2014- 2018. All rights reserved.