museum

Fremantle International Street Arts Festival 2017

Oleh : Ivan

Tahun ini sengaja penulis tidak mengambil cuti diawal tahun karena melihat banyaknya tanggal merah yang berdekatan di bulan April paruh kedua di 2017 agar lebih leluasa untuk berlibur ke daerah yang lebih jauh. Pada saat membuat daftar perjalanan sengaja untuk memasukan daerah Fremantle, selain berkunjung ke Kota Perth di Australia Barat untuk merasakan suasana laut. Salah satu negara bagian terbesar di Benua Australia ini secara kebetulan sedang melangsungkan Fremantle International Street Arts Festival. Acara tersebut merupakan tujuan wisata wajib jika berkunjung ke Australia Barat. Festival yang berlangsung telah memasuki tahun ketujuh di 2017 ini dan merupakan festival street art terbesar serta terbaik di Australia yang diselenggarakan dari tanggal 13 hingga 17 April 2017. Menurut warga Freo sendiri, sebutan untuk Kota Frementle. Sederet nama besar dengan beragam pertujukan memukau memenuhi jalan-jalan di Fremantle yang memang telah bertransformasi layaknya sebuah panggung pertunjukan terbuka. Beragam atraksi seni mulai dari musik, street theatre, komedi, sirkus, hingga beragam teknologi seni terbaru hadir dan memukau para wisatawan. Tak hanya itu, sepanjang akhir pekan yang meriah itu pun para wisatawan juga dapat menikmati beragam pop-up bar juga sajian makanan-makanan unik dan lezat yang akan memanjakan mata dan lidah para wisatawan Street Arts Festival Freemantle.

Fremantle sebagai “Kota Hipster” di Australia Barat yang telah masuk menjadi salah satu dari “Top 10 Cities of 2016” oleh Lonely Planet memang merupakan pelabuhan bagi ibukota Australia Barat, Perth.  Nama kota ini sendiri berasal dari Charles Fremantle, perwira angkatan laut yang memproklamirkan bagian dari Australia Barat sebagai koloni Inggris pada 1829. Selama Perang Dunia II Fremantle merupakan pangkalan angkatan laut kedua terbesar Sekutu, khususnya armada kapal selam, sehingga kota ini memiliki nuansa kemaritiman yang sangat kuat. Ini tercermin dalam The Western Australian Maritime Museum, yang menyimpan koleksi puing-puing sejumlah kapal yang terdampar di pantai Australia Barat.  Dengan usianya yang hampir dua abad, kota ini mengandung banyak bangunan tua yang masih berfungsi dan terpelihara nyaris sempurna. Hal ini membuat warganya amat mencintai kota mereka dan mendorong turis untuk datang setiap saat.

Fremantle atau yang biasa disebut Freo telah mengalami banyak transformasi hingga saat ini memang lebih dikenal dengan kota musik dan seni, beragam kafe dan bar, bangunan historis hingga penduduk lokal yang unik dengan gaya ekletik dan sangat ramah. Dan hal ini yang menjadikan Fremantle sebagai destinasi bagi siapa pun yang ingin menikmati sebuah pengalaman liburan baru dimana menggabungkan antara suasana kota yang santai dengan beragam elemen hiburan menarik mulai dari kuliner hingga wisata pantai.

Cukup dengan menaiki kereta di jalur Fremantle dari Stasiun Perth atau sekitar 30 menit perjalanan dengan menyetir dari pusat kota Perth para wisatawan sudah bisa berjumpa dengan “Cappuccino Strip” yang tersohor di sekitar South Terrace atau Bannister Street. Menikmati fish and chips dengan olahan ikan segar langsung dari Fishing Boat Harbour, Cicerellos dan Kailis menjadi dua rekomendasi bagi para wisatawan yang berkunjung. Tidak ketinggalan, menjelajah beragam museum dan galeri seperti Moores Building Contemporary Art Gallery hingga Western Australia Maritime Museum bisa menjadi beberapa aktivitas yang bisa dilakukan selama perjalanan ke Fremantle, Australia Barat.(Ivn)

Berita Lainnya

© Museum Adityawarman 2014- 2018. All rights reserved.